“Itu Mama!” tunjuk Anta dari balik pintu cafe lalu berlari kembali ke mejanya sambil tergelak. Alta masih di posisinya, melompat-lompat sambil berteriak "NO!", lalu menyusul kembarannya, berlari ke Eldra, panik minta diangkat ke pangkuan. “Kenapa, Nta, Ta?” tanya Ben. “Mamang Sam tuh, bikin silly face,” jawab Anta. “Takut atau lucu?” tanya Ben lagi. “Takut,” jawab Alta. “Lucu,” tanggap Anta. Ben dan Eldra kompak terkekeh. "Tumben banget ngga kompak," ujar Ben. Sesaat kemudian, suara denting kerincingan terdengar saat pintu kafe dibuka. Sudah lebih dari satu jam berlalu sejak shopping team berkeliling, kini mereka bergabung di kafe yang terletak di ujung salah satu lorong kecil—sebuah kafe mungil bernama Kitta&Bean. Dindingnya krem dengan tulisan tangan berwarna hitam di atas pintu:

