“Aku permisi ke belakang dulu.” Sharell mencoba cuek saja. tidak mau ambil pusing dengan keberadaan Verrel. ‘Aduh, kok dia malah mau di sini seharian? Tapi ini kesempatan buat aku sih, kalau dia disini seharian, mungkin pacarnya juga ‘kan bakal nyusul ke sini. Jadi lebih cepat aku bisa dapat foto-foto mereka lagi.’ batin Sharell sambil bersiap mengambil alat kebersihan. Ia mengeluarkan lagi daftar list pekerjan yang dibuat Desi dan Dina kemarin. Tentunya hari ini ia tidak mau mengerjakan semuanya seperti kemarin. entah bagaimana reaksi Desi dan Dina nanti kalau mendapat perlawanan dari Sharell. Atau lebih tepatnya penolakan atas perintah kerja yang tidak wajar ini. “Mbak Sharell,” Tiba-tiba bibi menghampiri Sharell dan memanggilnya dengan suara lembut dari arah belakang. Sharell lang

