Sharell keluar dari supermarket. Tanpa terasa belanjaan yang ia beli banyak sekali. Jadilah ia cukup kerepotan membawanya setelah semua dikeluarkan dari trolley. Ada enam empat kantong belanja besar yang harus ia bawa di tangan kanan dan kiri. Sayangnya ini bukan berisi barang-barang yang ringan. Semuanya berat. Makanan, minuman dan buah-buahan. “Aduh, kok susah bawanya ya? Kirain tadi gak bakal susah begini,” keluhnya sambil berjalan selangkah demi selangkah dari kasir menuju pintu keluar. “Jauh banget lagi pintu keluarnya. Kenapa sih trolleynya gak boleh dibawa? Biasanya juga boleh.” Pintu keluar dari tempat ia berdiri sekarang masih jauh di ujung mata. Belum lagi harus melewati escalator untuk turun ke lantai bawah. “Tau gini belanjanya nanti malam aja nunggu Clara. Waktu itu aku be

