Sore itu pun tiba. Waktu dimana Khanza menagih janji. Ia membuntuti bibi kesana kemari saat wanita paruh baya itu sibuk beres-beres dapur atau sedang menyapu halaman belakang rumah. "Bi, ayo, mau jam berapa ke cafenya buat kenalin Kak Verrel. Itu mumpung kak Verrel nya lagi santai. Nanti sebentar lagi dia pasti sibuk ini, itu kayak kemarin." Pintanya. Dengan kata lain Khanza minta agar bibi menunda pekerjaan lain dulu dan mengutamakan urusan cafe dan Verrel lebih dulu. "Iya Non, sebentar lagi ya, maksud bibi, bibi ingin antar den Verrel nanti saja saat cafe menjelang tutup. Jadi semua sudah selesai dengan pekerjaannya masing-masing." Rasanya jawaban bibi barusan tidak membuatnya puas. Ia pergi sebentar ke ruang tengah. Meninggalkan bibi begitu saja. Terlihat di sana Verrel sedang duduk

