“Awas aja ya mereka, mana mau ambil tas juga gak boleh lagi, ngeselin banget. Aku ‘kan jadi gak bisa lapporin ke bibi. Ponsel aku ada di tas. Dasar! Awas aja aku selesai belanja nanti.” Sharell mengomel sindiri di dalam taxi. sopir taxi yang mendengar hanya diam saja dan tetap fokus menyetir. Lagi pula ocehan penumpang bukan urusannya. Perjalanan sudah berlalu beberapa menit. Sharell terus memasang mata memperhatikan jalanan. Ini melewati rute yang belum pernah ia lewati sebelumnya. Ia terus memperhatikan jalanan baik-baik. Meskipun nanti pulang juga bisa pesan taxi lagi, sebaiknya harus tetap berjaga-jaga. Jangan sampai gara-gara belanja lalu tersasar dan hilang tidak jelas di kota ini. ‘Aduh, ini mereka mau nyuruh aku belanja kemana sih? Jauh juga kayaknya nih, mana gak bawa ponsel dan

