Galen membuka penutup botol air mineral yang Ia beli di toko pinggiran jalan kota, tampak buliran peluh di keningnya hampir saja menetes melewati rahang dan jatuh ke amplop coklat berisi data diri untuk melamar pekerjaan, untungnya cepat cepat Galen mengusap wajahnya. Cuaca hari ini lebih panas dua kali lipat dari biasanya, hawa panasnya membuat tubuh manusia sedikit lemas terlebih setelah melakukan aktifitas. Tungkai kaki Galen terasa pegal, sudah sejak pagi Ia mondar mandir mencari lowongan pekerjaan. Tapi sampai saat ini belum ada satupun yang menerimanya. Hampir putus asa namun Galen teringat ayah dan ibunya dirumah, ada tanggunh jawab besar yang Ia pikul. Menyerah bukan solusi. Meskipun berat Galen tetap mencoba untuk bertahan. Sejak kecil Galen sudah hidup berkecukupan, menjadi

