Bab 10.

1261 Kata

Malam telah larut, tetapi kedua mata Elvira masih enggan terpejam. Wanita itu duduk seorang diri di ruang tengah rumahnya yang sederhana, ditemani alat pompa ASI yang masih menempel di dadanya. Lampu bohlam berwarna kekuningan menggantung di langit-langit, menerangi ruangan seadanya dengan cahaya temaram yang membuat suasana terasa semakin sunyi. Elvira menatap lurus ke depan, ke arah jendela yang tertutup tirai tipis berwarna pucat. Sesekali, tangannya bergerak menyesuaikan posisi botol kecil yang perlahan terisi ASI. Wajahnya tampak lelah, garis kelelahan jelas tergambar di sekitar matanya. Namun, kelelahan itu bukan hanya karena kurang tidur. Tatapan matanya sendu, menyimpan rindu yang tak terucap. Ia merindukan bayi mungil yang selama dua bulan terakhir disusuinya. Kerinduan yang ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN