Bab 36: Ditembak Pak Bos

1793 Kata

“Keenan tidak diajak mampir?” tanya Falisha begitu Achiera memasuki ruang tamu. “Sudah terlalu malam untuk bertamu, kan?” Falisha mangut-mangut. Dia memperhatikan dua boks yang cukup besar di kedua tangan sang adik. Keningnya mengerut, lalu beralih pada Achiera yang menekuk wajah. Wanita itu hanya diam ketika Achiera duduk seraya bersandar. Helaan napas yang keluar dari mulut adiknya terasa sangat berat. Dia jadi mengira-ngira ada kejadian apa di rumah Keenan. Seperti biasa, Falisha lebih suka menunggu Achiera memulai pembicaraan. Dia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh lebih. Kemudian, dia berpaling saat Achiera mengubah posisi duduknya berkali-kali. Sang adik belum mengatakan apa-apa. Jelas sekali ada yang ingin dibagi dengannya. “Tadi aku ketemu sama orang tua Mas Kee

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN