Pagi yang membara

1513 Kata

Suara gemericik air memecah keheningan pagi, memeluk kamar mandi dengan uap hangat. Setelah sarapan, Rafandra tiba-tiba menggendong Aulia menuju kamar mandi, senyum jahil terukir di wajahnya. "Mas Rafan! Mau apa?" Aulia tertawa kecil, melingkarkan tangannya di leher Rafandra. "Mandiin istriku yang cantik," bisik Rafandra, suaranya serak, matanya menatap Aulia dengan penuh gairah. Ia menurunkannya perlahan di dalam bilik shower. Aulia tersenyum, pipinya merona. Ia menyalakan air hangat, membiarkan butiran air membasahi tubuh mereka. "Mas... ini kan masih pagi," ucapnya, mencoba menahan tawa. "Justru itu, Sayang. Biar semangatku full seharian," balas Rafandra, tangannya membelai lembut pinggang Aulia. "Aku tidak akan puas jika hanya melihatmu dari jauh." Bibir mereka menyatu, dalam dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN