"Akhirnya... aku punya kesempatan buat deket sama kamu, Miya Louren." Miya melototkan matanya kaget, melihat wajah yang tidak begitu asing di ingatannya. Sepertinya, Miya pernah melihat wajah itu di suatu tempat. "Kamu nggak ngenalin aku?" "Aku, Riki." Miya masih terdiam, bingung dengan nama yang dia sebutkan. Membuat si Pria yang mengaku bernama Riki itu menghela nafas kasar. "Sebegitu sombongnya kah, kamu sampe nggak kenal aku sedikitpun?" tanya Riki sambil mencengkram wajah Miya erat, hingga membuat wajah Miya memerah. Kaki Miya di ikat, jadi dia tidak bisa menendang biji kemaluan pria bernama Riki ini. Saat berada di pasar malam tadi, tiba-tiba ada yang menarik Miya dan membungkam mulut Miya ketika dia sedang menunggu Rean. Lalu, kelompok Riki memasukkan Miya dengan mobil tertutup

