Angelo masih tak habis pikir. Dia kira ketika datang ke tempat yang salah atau memang Sarmila sedang kerasukan? Matanya hanya bisa mengerjap-kerjap pelan, berusaha mencerna permintaan gadis itu. “Itu … belum kamu makan, Mila. Tak mungkin kamu bisa menghabiskan semuanya,” sela Angelo berusaha untuk menghentikan ambisi Sarmila yang ingin membeli beberapa camilan lagi. “Apa Om? Enggak abis? Om ini pernah liat porsi kuli enggak?” Sarmila bertanya. Dia harus mematahkan pendapat yang pria itu katakan demi bisa memuaskan hasrat keinginannya untuk mencoba makanan yang belum pernah atau hanya baru mencobanya sekali saja. “Oke, oke, tapi kamu habiskan semuanya bukan? Aku tak mau boros cuma karena membeli makanan dan akhirnya dibuang.” Sarmila menggelengkan kepalanya, “Om emang pernah liat aku ma

