Angelo diam, menatap Sarmila yang nampak terkejut dengan keadaan Sarmila. Dia segera mengakhiri panggilan itu sepihak. Tak tega melihat Sarmila yang entah disengaja atau tidaknya menguping pembicaraan dia dan Gentala. “Euhm Mil, kurasa ….” Sarmila sendiri kini menatap datar Angelo, namun dia tersenyum kepada Angelo. “Om, Mila pulang? Liat nih, bajunya kedodoran.” Dia mengangkat kedua tangannya, memperlihatkan betapa berbedanya ukuran dia dan kaus yang dikenakannya saat ini. Sangat berbeda jauh, sampai dia seperti tenggelam dalam kaus Angelo. “Mila, kurasa kamu harus mendengar--” “Dadah Om ….” Sarmila memotong ucapan Angelo yang belum selesai, dia tak mau mendengar apa pun lagi. Hanya ingin pulang saja. Dia benar-benar sama sekali tak mau mendapatkan kabar tak mengenakkan untuknya. Bah

