Pengalihan Isu

1675 Kata

Sarmila pun kali ini kembali pergi bekerja, seperti biasa. Hanya selalu menjadi kegiatan sehari-hari yang tak boleh dia lupakan tentunya. Ah, katakan saja dia mulai bosan dengan new habit yang bernama pekerjaan. Setidaknya, dia tak lagi merasa sedih. Sedihnya sudah terhempas jauh-jauh. “Hempas sana, hempas sini! Hah! Hah!” Malahan gadis itu berjoget sendiri, menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan, lantas menatap cermin sambil mengguncang-guncang bahunya. “Iiihaaa … hoi, hoi, hari ini … hari selasa, maunya libur nanti lusa … oh … libur, libur, libur telah tiba, libur telah tiba!” Suara melengking mengisi kamar sempit miliknya, dia tak peduli kalau itu lirik lagu asal-asalan, yang jelas dia hanya ingin mengembalikan mood dirinya. Napasnya terengah-engah, wajahnya pun berkeringat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN