Fakta Yang Terkuak

1655 Kata

Sarmila masih tak beranjak sama sekali dari tempat duduknya. Dia benar-benar tak bisa bergerak sama sekali karena Gentala terus saja memegangi tangannya. Perlahan dia berusaha melepaskan pegangan tangan Gentala, saat itu juga Gentala akan mengigau dan memanggil ‘mama’. Sarmila menarik napasnya, berusaha untuk meminimalisir efek dari tangannya yang terlepas. “Ma! Mama ….” Kembali Sarmila lunglai saat tangannya lagi-lagi tak bisa terlepas. Dia memandangi bubur buatannya miris karena sudah menjadi dingin. “Harusnya buburnya dimakan pas panas-panas gitu kan? Ini dia masih aja tidur,” resahnya merasa kalau dirinya kasihan saat dirinya benar-benar memikirkan kalau Gentala terlalu banyak bekerja. Matanya masih memandangi kasihan ke arah bubur buatannya. “Kamu diabaikan ya Bur?” Malah dirin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN