Cristal tengah berkutat dengan beberapa gambar mencari referensi untuk desain pernikahan pelanggannya yang rada ribet kali ini, meminta perubahan model sewaktu-waktu hingga menyita cukup perhatiannya. Demi keprofesionalan Cristal berusaha mewujudkan dream wedding mereka. Ia mengetuk-ngetukkan bolpoin ke kepala siapa tau dengan begitu mendapat ide untuk konsep eventnya. Hingga suara ketukan pintu mengalihkan atensinya dan menyuruh orang itu masuk ke ruangan. ''Masuk.'' Cristal membenahi posisi duduk menjadi tegak menatap Ana, salah satu pegawainya. ''Bu ....'' Ana menarik kursi duduk di depan Cristal. ''Napas dulu, An baru ngomong,'' potong Cristal. Ana terkekeh mendengar ucapan Cristal yang hapal tabiatnya. ''Bu barusan ada customer minta ketemu ibu jam tujuh malam.'' ''Hah ... ngapa

