KETIKA Rezel sudah sampai di rooftop sekolah, yang letaknya cukup jauh dari kelasnya, rupanya saja Bara sudah berada di sana terlebih dahulu. Di anal tangga teratas, Rezel berdiri dan berhenti melangkah sambil memusatkan seluruh perhatiannya pada Bara yang duduk di sofa usang. Beberapa detik, pandangan mereka bersirebok, Rezel agak terkejut. Namun ia pun mulai memberanikan diri mendekati Bara. Dan setelah sampai dihadapan cowok itu, Rezel langsung menyapanya. "Hai, cepet banget lo sampai sini," ujar Rezel sambil tersenyum tipis. Tangannya melambai, ia mengusir perasaan canggung yang sebenarnya sedari tadi menyelimuti dirinya. Tentu saja, Rezel belum bisa dikatakan akrab dengan Bara, ia baru bertemu dan berbincang dengan cowok itu hanya kemarin sore. Bara membalas sapaan Rezel. Ia ber

