59 - Geram

987 Kata

MERASA tidak cukup kuat melihat Rezel dan Vean yang kembali akrab seperti dulu membuat bara api di kepala Vigo tersulut begitu saja. Kesal, marah, dan geram sudah menguasai tubuhnya. Vigo akhirnya berlalu dari tempat persembunyiannya. Ia melenggang pergi dengan langkah yang di percepat. Ia terbakar api cemburu. Dulu ia memang pernah berkata bahwa sampai kapanpun ia tidak akan menyukai Rezel. Tapi apa kabar dengan hatinya sekarang? Vigo merasa hancur, ketika ia mencoba membuka hatinya, datanglah masalah lain. Vigo terlambat untuk menjelaskan semuanya kepada Rezel. Cewek itu sudah mengetahui tindakan buruknya, walaupun belum seratus persen. Rasa sayangnya kepada Rezel semakin lama malah semakin membuncah. Ia tidak menyangkal perasaanya lagi. Lantas, apa yang akan Vigo lakukan sekarang?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN