BEBERAPA hari setelah itu, hubungan Vean dan Rezel berangsur membaik. Mereka sudah membicarakan masalah itu dengan kepala dingin. Tentu saja perasaan Vean kembali seperti dulu. Begitupun dengan Rezel, mereka sepakat untuk melupakan masalah itu. Namun, Vean masih belum bisa membongkar rahasia Vigo yang akan mencelakai Rezel. Lebih tepatnya membunuhnya, membayangkan itu saja rasanya buluk kuduk Vean meremang seketika. Singkat kata, mulai saat ini Vean akan melindungi Rezel, terus berada di dekat cewek itu agar segala kemungkinan kejadian tidak mengenakan tidak hadir. Vean tersenyum tipis, tatapannya kini terpusat ke arah depan, di mana Rezel duduk dengan es boba di tangannya. "Ngapain lo lihatin gue terus?" Mengedarkan pandangannya ke sembarang arah, Vean gelagapan. Ia kepergok Rezel

