11. Malam Yang Canggung

1318 Kata
Selasa malam. Seperti biasa setelah melakukan kunjungan kerumah sakit biasanya Tera akan melakukan jalan-jalan malam, entah itu sendirian atau ditemani oleh Yuta, dan kali ini laki-laki keturunan Jepang itu ikut andil untuk meramaikan jalan-jalan malam Tera. Dengan motor butut honda beatnya Tera memeluk Yuta yang tengah sibuk memanuver motornya itu, jam masih menunjukkan pukul 20.04 tapi hawa dingin terasa begitu menusuk setiap kali mereka menembus angis yang berhembus berlawanan. "mau kemana?!" tanya Yuta sedikit berteriak karena suaranya teredam oleh hembusan angin dan deru mesin yang berseliweran disekitar mereka. "makan bakso yuk, gue lagi pengen!!" jawab Tera yang juga berteriak. "ngidam lo!!" ledek Yuta setelah itu tertawa puas. Mendengar ledekan Yuta, Tera segera menggeplak helm merah Yuta dengan cukup keras sampai membuat Yuta sedikit oleng dengan setirannya, "emang lo pikir gue hamil!!" marah Tera kemudian. Setelah menyelesaikan perdebatan mereka akhirnya mereka pun sampai disalah satu warung bakso disekitaran alun-alun yang bisa dibilang lumayan ramai itu. "sana duduk biar gue yang pesen" kata Yuta dan menyuruh Tera untuk mencari tempat duduk. Tera dengan cermat memilih tempat duduk yang tepat menghadap ke kipas agar mereka tidak terlalu berkeringat saat makan bakso nanti, lebih tepatnya Yuta, keringatnya selalu membanjir setiap memakan apapun. "pinter lo nyari tempat duduk" tegur Yuta yang langsung mendudukkan diri didepan Tera. "lama nggak baksonya?" tanya Tera alih-alih menanggapi teguran Yuta. "gak tahu kayanya sih masih lama, kenapa? Lo udah laper?" tanya Yuta yang diangguki melas oleh Tera. "tadi aja disuruh makan katanya kenyang sekarang kelaperan kan" omel Yuta bak Ibu-ibu. "Yut..." panggil Tera menunduk. "kenapa?" tanya Yuta penasaran. Tera kemudian menegakkan kembali kepalanya menatap Yuta tepat pada matanya, "terlalu kentara gak sih kalau gue lagi jauhin Sehun?" "sebagai cowok gue rasa iya" jawab Yuta sembari manggut-manggut Bukannya melanjutkan pembicaraan Tera malah memasang wajah bingung dan melas disaat yang bersamaan membuat Yuta keheranan sendiri. "kenapa? Sehun sadar ya?" tanya Yuta lagi. Mengangguk dengan wajah cemberutnya lalu akhirnya Tera menjawab "beberapa hari yang lalu dia dateng kerumah katanya mau ngajak jalan terus gue tolak, dia minta lain waktu juga gue tolak, terus tiba-tiba dia nanya gue lagi jauhin dia apa enggak" "terus jawaban lo?" "gue agak panik sih waktu itu jadi gue ngalihin pembicaraan gitu aja" jawab Tera dengan bibir manyunnya. "walaupun Sehun udah sadar kalau elo jauhin dia harusnya lo juga harus tegas jawab kalo lo jauhin dia, karena itu mempertegas batasan kalian" terang Yuta. "tapi gue gak enak, kalo dia minta alasan gimana? Gue harus jawab apa?" heboh Tera "ya jawab aja yang jujur, biar dia juga gak terlalu mepet ke elo lagi" jawab Yuta simpel, tapi bagi Tera penunaiannya tidak sesimpel itu. Jujur disela proses menjauhi Sehun pun Tera juga masih ada sedikit rasa rindu pada laki-laki itu, walapun rasa lancang itu sudah ia tekan kuat-kuat agar tidak muncul ke permukaan. ... "mau kemana sih kita? Dari tadi lo cuma muter-muter aja!" kesal Chanyeol yang sudah duduk dikursi penumpang sejak 45 menit yang lalu. "mau makan bakso?" tawar Sehun random. "yakin lo?" heran Chanyeol yang sangat terkejut dengan tawaran temannya itu. "kenapa? Lo nggak suka makan bakso?" tanya Sehun "bukannya gitu, gue suka banget malah tapi lo sendiri, sejak kapan lo suka bakso? Lo kan paling anti makanan pinggiran kaya gitu" "kalau suka diem aja, tinggal nurut perut lo kenyang" kata Sehun dan segera memarkir mobilnya kepinggir jalan, tepatnya disekitar area warung pedagang bakso pinggir jalan itu. Tentunya bukan tanpa alasan Sehun mendapat keputusan mendadak itu, tapi karena ia melihat sebuat motor yang sangat ia kenal terparkir juga disana, lebih tepatnya motor milik Tera. Dan benar saja, begitu ia masuk ia mendapati Tera tengah menyantap bakso dengan laki-laki bernama Yuta dihadapannya. Apakah Sehun senang? Jangan ditanya lagi, bibirnya sudah menyunggingkan senyum lima jari. "lo yang pesen, gue cari tempat duduk" putus Sehun menepuk pundak Chanyeol. "lo mau makan apa emang?" tanya Chanyeol bingung. "apapun, terserah lo" jawab Sehun dan segera melenggang pergi. "wahh... Kebetulan banget ya" tegur Sehun sembari mendudukkan diri disamping Tera. Kebingungan, Tera dan Yuta hanya memandang bingung kearah Sehun. "ngapain lo disini?" tanya Yuta sarkas. "mau makan lah" jawab Sehun tak kalah sarkas. "orang modelan kaya lo makan disini? Emang lo pikir gue percaya?" ketus Yuta. Mengabaikan perkataan Yuta Sehun lebih memilih mencondongkan seluruh badannya pada Tera yang terlihat kikuk disampingnya, "lo udah lama?" "20 menitan mungkin" jawab Tera seadanya. "lo nggak ngecek hape? Tadi gue telfon lo tapi gak lo angkat" tanya Sehun lagi tentunya dengan senyuman yang masih tersungging "hape gue mati, baterainya habis" jawab Tera berbohong. "heh... Ngomong apaan lo, baterai hape lo masih 76%" sahut Yuta memperlihatkan ponsel Tera yang sedari tadi ia bawa guna memberi hotspot pada ponselnya. Sehun terdiam, ia menatap Tera dalam meminta penjelasan, tapi yang ditatap malah menunduk. "gue gak nanya lo, jadi lo diem aja" geram Sehun yang membuat suasana jadi tidak mengenakkan. "lo sendiri harusnya sadar dong, Tera kan udah jelas-jelas jauhin lo kenapa lo masih nempel-nempel mulu, gak tahu lo anak orang lagi risih" tukas Yuta tak kalah geram. "wihh ada apa nih kenapa gak enak banget hawanya" tegur Chanyeol yang baru saja tiba dengan membawa nampan berisikan dua porsi bakso dan dua gelas es jeruk. "bangku yang kosong masih banyak kenapa lo duduk disini? Lo kenal sama mereka?" tanya Chanyeol yang ikut mendudukkan diri didepan Sehun tepatnya juga disamping Yuta. Tak ada jawaban, Chanyeol malah kebingungan sendiri, "ini kenapa kalian pada diem semua?" Lagi. Chanyeol benar-benar diacuhkan. Kemudian matanya beralih menatap pada gadis disamping Sehun, merasa familiar Chanyeol pun bertanya "apa kita pernah ketemu?" Merasa yang diajak ngobrol Tera pun menatap Chanyeol dengan pandangan heran, kemudian berkata "kayanya enggak" "tapi kok kaya pernah lihat ya.." Berpikir keras Chanyeol berusaha menggali kembali ingatan sampai akhirnya... "oh iya profilnya--" "cepetan makan keburu dingin" sela Sehun menatap Chanyeol horor. "profil?" curiga Yuta mengarah pada Sehun. Mengabaikan Sehun, Chanyeol lebih tertarik dengan gadis itu "lo Tera kan? Kenalin nama gue Chanyeol temennya Sehun, dan juga gue ini model" kata Chahyeol memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangannya ke arah Tera. "Lentera, panggila aja Tera" jawab Tera menjabat tangan Chanyeol. "wahh ternyata lo emang imut ya kalo dilihat langsung, pantes Sehun langsung suka, yah walaupun lo gak secantik mantan-mantannya Sehun yang dulu sih apalagi model yang kemarin, tapi kayanya gue tahu alasan Sehun suka sama lo dan lebih milih mutusin mantannya yang model itu" cerocos Chanyeol yang membuat Sehun panik sendiri. Tersenyum kecut, Tera benar-benar bingung harus merespon seperti apa terhadap ocehan Chanyeol, tapi yang jelas omongan Yuta benar adanya bahwa Sehun tidak lebih hanya sekedar penasaran dengannya. "Ra, kalo udah selesai ayo balik udah malem" ajak Yuta yang sudah sangat kesal. "udah malem apanya, masih jam setengah sembilan ini, lagian bakso kalian juga belum abis kan, kenapa buru-buru" cegah Chanyeol. "Ra, bisa kita ngomong sebentar?" tanya Sehun pada Tera, diseberang meja Yuta sudah melotot tidak setuju. "sebentar aja ya" jawab Tera, merasa menang Sehun pun memberikan seringai liciknya pada Yuta kemudian menggandeng tangan Tera menuju mobilnya. Sesampainya mereka didalam mobil, tanpa membuang waktu Tera segera memulai pembicaraan, "mau ngomong apa?" "gue tahu kok kalau lo jauhin gue sejak hari minggu kemarin, tapi bisa lo jelasin alasannya?" kata Sehun setelah menghembuskan nafas panjangnya. "cuma aneh aja rasanya, cowok kaya lo deketin gue apalagi setelah denger kata Chanyeol tadi, kayanya lo emang bener-bener deketin gue cuma karena penasaran aja gak lebih" terang Tera. "emang menurut lo gue cowok yang kaya gimana?" tanya Sehun serius. Terdiam, Tera memandang wajah Sehun cukup lama sebelum akhirnya berkata "cowok yang harusnya gak ada disekitar gue" "apa lo mutusin buat jauhin gue karena omongan temen Jepang lo itu?" tanya Sehun menahan kegeramannya. "bukan..." jawab Tera menggantung. "terus?" "tapi karena cewek yang meluk lo waktu itu" lanjut Tera "maksut lo Krystal? Dia emang mantan gue tapi sekarang gue gak ada hubungan apapun sama dia" jelas Sehun. "kalian mungkin emang gak ada hubungan apa-apa tapi waktu itu gue lihat dengan jelas raut wajah lo..." "lo juga kangen kan sama dia? Satu-satunya wanita yang pernah lo cintai"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN