09. Unexpected Meeting

1197 Kata
Krystal❤: Aku ke kantor kamu nanti siang Sepenggal pesan yang mampu membuat Kai tersenyum getir. Krystal memang berstatus sebagai kekasih sekaligus tunangannya tapi Kai tidak bodoh untuk mengetahui bahwa sebenarnya wanitanya itu masih sering merindukan mantan kekasihnya sewaktu SMA, yang tidak lain dan tidak bukan adalah sepupunya sendiri, yaitu Oh Sehun. Terhitung sudah seminggu sejak Krystal mendadak tidak bisa dihubungi, dan itu bukanlah suatu hal yang aneh. Krystal bukannya sekali atau dua kali mendadak tidak bisa dihubungi tapi 11 tahun terakhir semenjak mereka berpacaran Krystal sudah terlampau sering mendadak menghilang, dan begitu ia penat dengan waktu merenungnya Krystal akan secara tiba-tiba muncul lagi seperti tidak terjadi apa-apa. Seperti halnya sekarang. Katakanlah Kai laki-laki bodoh. Ya, Kai akui itu, tapi dia menjadi b***k cinta seperti ini bukanlah tanpa alasan. Kalau bukan karena Krystal dia mungkin tidak akan pernah bisa bertahan dari kekangan dan kebengisan Ayahnya, obsesi Ayahnya yang berlebih itu sudah terlalu sering menyakitinya, dan hanya Krystal lah alasannya bertahan karena hanya Krystal yang mengerti keadaan Kai. "aku sayang kamu, Tal" .... Matahari mulai terik, mengingat sekarang posisinya tepat diatas kepala. Dengan pakaian ala kadarnya Tera menuju alamat perusahaan yang tertera di kartu nama Kai untuk mengembalikan jaket yang katanya Sehun limited edition itu. Jujur Tera sangat kaget disertai shok, bagaimana tidak, jaket denim yang ia kira biasa-biasa saja itu ternyata hasil karya designer ternama yang memiliki harga membumbung tinggi, yang pastinya sangat tidak cocok dengan isi dompetnya yang kebanyakan berisi uang seribuan lecek kembalian dari angkot. Maka dari itu, untuk segera menghilangkan rasa shoknya Tera harus sesegera mungkin mengembalikan jaket tersebut, sudah cukup ia merasa terbebani dua hari ini. "apa nggak papa kesini mendadak?" monolog Tera yang berdiri tepat didepan loby. Jam 12 siang harusnya menjadi jam makan siang bagi seluruh pegawai perusahaan termasuk bosnya juga, jadi Kai pasti dalam waktu luang kan jika hanya untuk menerima kembali jaketnya yang ia pinjam? "coba hubungin dulu kali ya?" gumamnya sekali lagi dan segera mengutak-atik ponsel pintarnya yang lumayan ketinggalan jaman itu. Tera: Mas, ini saya Tera, maaf sebelumnya kalau saya mendadak, tapi ini saya udah didepan kantornya Mas mau balikin jaket "semoga responnya cepet" ... Musuh: Ada yang harus kita bicarain, gue kekantor lo sekarang Adalah sepenggal pesan yang mampu membuat Kai mendidih, ia tidak tahu apa yang akan Sehun bicarakan padanya, tapi yang jelas Kai selalu membenci apapun yang berhubungan dengan Sehun. Belum selesai ia menetralkan amarahnya ponselnya kembali berdenting dua kali. Nomor tidak dikenal: Mas, ini saya Tera, maaf sebelumnya kalau saya mendadak, tapi ini saya udah didepan kantornya Mas mau balikin jaket Krystal❤: Aku udah nyampe, kita makan siang bareng yuk. Kepala Kai mendadak pening, apakah mereka berniat membuat Kai gila diwaktu bersamaan? Dengan sekuat tenaga Kai segera berlari menuju loby secepatnya, bahkan ia mengabaikan perkataan sekretarisnya yang katanya sudah menyiapkan makan siang untuknya. Saat ini makan siang bukanlah hal yang terpenting walaupun perutnya sudah kelaparan, yang terpenting sekarang adalah ia harus sesegera mungkin mencegah bertemunya Krystal dengan Sehun, ia tidak mau Krystal kembali goyah. Dengan nafas ngos-ngosan Kai berhasil sampai di loby hanya dengan waktu dua menit, tapi naas ia malah disuguhi pemandangan yang mampu membuat jantungnya bagaikan diremat-remat secara tidak manusiawi. Krystal memeluk Sehun dengan begitu eratnya, pelukan yang sepertinya tidak pernah Kai dapatkan selama 11 tahun mereka bersama. Kai gusar, tapi ia tidak bisa apa-apa ketika melihat wajah haru Krystal yang begitu mendamba Sehun, ia hanya bisa memalingkan wajahnya agar tidak terlalu menyakiti hatinya. Dan dari palingan mukanya itu, Kai mulai sadar bahwa ia tidak dalam kondisi naas sendiri, dalam radius 8meter tempatnya berdiri ada satu sosok lagi yang terluka, sorot mata yang begitu memilukan. "sepertinya hubungan kita tidak cukup dekat untuk saling berpelukan" adalah kalimat yang mengudara dari bibir tipis Sehun, yah laki-laki berkulit putih bak porselen itu melepas pelukan Krystal secara paksa. "maaf" lirih Krystal dengan cucuran air matanya. "Kai, urus pacar lo" tukas Sehun merujuk pada laki-laki berkulit tan yang sudah mengepalkan tinjuannya itu. Kemudian Sehun mulai melangkahkan kakinya lurus menuju Tera yang masih termangu, menggenggam erat pergelangan tangan Tera lalu berkata "ayo gue anter pulang" Sadar atas kondisinya saat ini Tera segera bereaksi sebelum Sehun menyeretnya pergi dan membatalkan itikat baiknya untuk mengembalikan jaket milik Kai. "gue harus balikin jaket dulu" kata Tera dan melepas genggaman Sehun. Lalu Tera mulai melangkah mendekat kearah Kai "ini Mas jaketnya, makasih" "udah kan? Ayo pulang" sela Sehun dan menggenggam kembali pergelangan tangan Tera, meninggalkan sepasang kekasih itu membeku canggung. .... Didalam mobil mewah ini suasana mencekam begitu terasa membuat Tera menciut tanpa alasan. Tera memang masih baru-baru ini mengenal Sehun, tapi ia tidak mengira jika kemarahan Sehun akan semenyeramkan ini, aura mengintimidasinya begitu kuat. "emm..." gumam Tera sedikit takut. "gini, gue mau nanya karena penasaran, lo kenal sama Mas Kai?" lanjutnya mengajukan pertanyaan. "dia sepupu gue" jawab Sehun dengan nada menyeramkan. "terus mbak yang cantik tadi kalo gue gak salah denger dia pacarnya Mas Kai kan? Terus kenapa dia meluk lo sambil nangis? " tanya Tera lagi yang sudah dikuasai oleh rasa ingin tahunya. "lo nggak perlu tahu tentang itu" Tamat sudah. Jawaban mutlak yang yang membuat Tera menutup kembali rapat-rapat mulutnya. Sehun benar, hubungan mereka tidak sedekat itu untuk saling bercerita. "jangan berhubungan lagi sama Kai" kata Sehun yang tentunya membuat Tera tersentak heran dan otomatis bertanya "kenapa?" "dia emang sepupu gue, tapi dia juga musuh gue. Gue cuma gak mau suatu saat nanti dia ngancem gue melalui lo" terang Sehun. Tera termenung, sepertinya Sehun benar, keberadaannya hanya akan mengancam Sehun. "gue anter lo pulang kerumah atau kebengkel?" tanya Sehun kemudian. "bengkel aja" ... "ini udah 11 tahun, apa masih susah buat ngelupain dia?" gumam Kai dengan nada getirnya. Tak menjawab Krystal hanya mampu memalingkan wajahnya dari Kai. "sesusah itukah kamu buka hati buat aku?" lirih Kai dengan wajah memelasnya. "siapa cewek tadi?" mengabaikan pertanyaan-pertanyaan dari kekasihnya, Krystal malah mengajukan pertanyaan tidak terduga. "bukan siapa-siapa, dia cuma mau balikin jaket aku yang dia pinjam" jawab Kai. "bukan itu. Kenapa dia bisa kenal sama Sehun?" tanya Krystal lagi yang mampu membuat Kai mendengus marah, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar sekarang. Sepertinya memang Sehun masih diatas segala-galanya dibanding dia. "jadi kamu tanya karena itu?" kekeh Kai gusar Menghembuskan nafas kasar Kai melanjutkan kembali perkataannya, "aku juga gak tahu kenapa dia bisa kenal sama Sehun dan hubungan kaya apa yang mereka miliki, tapi yang jelas dia bukan siapa-siapa" "kalau bukan siapa-siapa Sehun gak akan mungkin gandeng dia seerat itu, selama ini gadis yang pernah dia gandeng kaya gitu cuma aku, dan selamanya hanya aku yang boleh!" marah Krystal dengan nafas tersengal-sengal. "kenapa kamu peduli sama itu? Kamu itu pacar aku bukan pacar Sehun!" balas Kai membentak. "harusnya dari dulu aku gak usah percaya sama kamu" desis Krystal Lagi, Kai harus mengehembuskan nafas lelahnya. Sangat sulit berbicara dengan Krystal dalam kondisi seperti ini. "kayanya kamu butuh istirahat, ayo aku anter pulang" kata Kai mencoba mengalah. "aku bisa pulang sendiri" tolak Krystal. "oke terserah kamu. Tapi satu hal yang aku minta..." kata Kai menggantung. Terdiam, Krystal menunggu kelanjutan dari kalimat Kai. "jangan ganggu cewek tadi, dia gak ada hubungannya sama sekali sama situasi kita" pinta Kai tulus "kita lihat aja nanti, sejauh apa hubungan dia sama Sehun"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN