20. Special Night

1170 Kata
Untuk kedua kalinya Tera kembali bolos menjenguk Ibunya dan keduanya juga karena orang yang sama, yaitu Sehun. Tapi bedanya beberapa waktu yang lalu mungkin disambut dengan antusias oleh Tera, namun kali ini perasaan gadis itu benar-benar tengah kacau balau. Terdiam mematung diteras rumahnya Tera tengah menunggu kedatangan Sehun, entah Sehun mau mengajaknya kemana Tera sendiri juga belum tahu, tapi yang jelas Sehun bilang kalau malam ini dia akan memberikan kejutan yang sangat spesial untuknya. Kalimat demi kalimat yang pernah Kai lontarkan padanya turut berseliweran dibenaknya membuat kepalanya semakin pening. Apakah ia harus memercayai omongan Kai atau memercayai perilaku Sehun yang terlihat begitu mendambanya? Tera masih kalut. Suara mesin mobil mendekat kemudian nampaklah Sehun dengan setelan formalnya beserta dasi merah pemberian Tera waktu itu, Sehun benar-benar terlihat tampan malam ini. "ayo" ajak Sehun dengan senyuman cerianya. "kenapa lo pake baju kaya gitu?" heran Tera, tentu saja ia heran lihatlah penampilan lusuhnya saat ini yang hanya mengenakan kaos putih berbalut sweater rajutan dengan celana jins ketatnya, berbanding terbalik dengan Sehun yang terlihat sangat rapih. "hari ini hari spesial jadi gue harus pakai pakaian rapih kaya gini" jawab Sehun "kalau gitu tunggu sebentar gue mau ganti baju dulu" kata Tera dan berniat masuk kembali kedalam rumahnya tapi dengan cepat Sehun menghalanginya, menarik lembut tangan kasar Tera agar mendekat kearahnya, lalu kemudian ia berkata "gak usah lo udah cantik kok" "tapi--" "udah ayo, tempatnya lumayan jauh gue gak mau kita kemalaman nanti" sela Sehun dan menarik Tera untuk segera memasuki mobilnya. Tindakan Sehun begitu romantis malam ini, bahkan tadi saat menyuruh Tera memasuki mobilnya ia membukakan pintu mobil tersebut untuk Tera, padahal biasanya ia tidak pernah begini bahkan untuk perempuan lain sekalipun. "kita mau kemana?" tanya Tera begitu Sehun ikut mendudukkan diri dikursi kemudi. "ke tempat yang spesial" jawab Sehun yang sebenarnya tidak menjawab sama sekali. Setelah itu Tera diam tidak berniat melanjutkan acara penasarannya dan lebih memilih diam memandang kearah luar, toh juga kalau nanti mereka sudah sampai Tera akan tahu sendiri tempat yang akan dituju Sehun. 10 menit, 20 menit, bahkan sampai lebih dari 30 menit telah berlalu tapi mereka masih dalam perjalanan, jalanan yang Sehun lewati benar-benar asing untuk Tera, sebenarnya mau kemana Sehun membawanya sampai sejauh ini? "kapan kita nyampenya?" tanya Tera yang terlihat sudah sangat bosan. "sebentar lagi kok, sabar sedikit lagi ya" jawab Sehun dengan senyuman yang tidak pernah luntur sejak mereka berangkat. Setelah memakan waktu kurang dari 10 menit akhirnya Sehun mulai menepikan mobilnya tapi dia belum memberikan isyarat untuk Tera agar turun dari mobil ia malah memberikan sebuah scraft untuk Tera agar Tera mau menutup matanya menggunakan itu. "kenapa gue harus pakai ini?" tanya Tera menuntut. "biar kejutannya lebih spesial lagi lo harus tutup mata" terang Sehun. "sebenernya kejutan apa sih yang lo maksud, kenapa kita disini? Disini gak ada pemukiman cuma ada semak belukar didepan sana" tuntut Tera lagi meminta penjelasan. "lo bakalan tahu begitu lo tutup mata lo" kata Sehun dan mengambil alih scraft tersebut kemudian memakaikannya pada Tera. "kalo lo khawatir gue mau macem-macem ke elo jangan khawatir gue gak mungkin ngerusak orang yang gue sayang" bisik Sehun disela kesibukan tangannya membuat simpul pada scraft yang dikenakan Tera. Kemudian hening, Tera tidak bisa melihat apa-apa saat ini sampai akhirnya sebuah tangan kokoh yang diduga milik Sehun itu menuntunnya untuk turun dari mobil, Sehun begitu hati-hati saat menuntun Tera saking hati-hatinya dia bahkan sampai sedikit merengkuh Tera agar Tera tidak luput dari pegangannya. "tenang aja jangan takut gue disini disamping lo, gue gak bakalan biarin lo jatuh" bisik Sehun. Cukup lama mereka berjalan sampai tiba-tiba Sehun menggiringnya untuk duduk ditempat yang Tera kira adalah sebuah ayunan, karena selain tempat tersebut terasa bergoyang Sehun juga menempatkan tangannya untuk berpegangan pada tali yang menyangga tempatnya duduk itu. "semoga lo suka" bisik Sehun sembari membuka tali simpul pada scraft tersebut, membiarkan netra Tera yang terasa memburam tersilaukan oleh cahaya dari lampu-lampu yang menyeruak memasuki matanya. Tera hanya bisa termangu melihat pemandangan yang ada didepannya, sebuah dekorasi outdoor yang begitu indah membuatnya bingung harus berkata apa, yang jelas ini benar-benar indah. "gimana? Lo suka?" tanya Sehun berjongkok disamping Tera. "kita dimana?" tanya Tera yang masih takjub dengan keindahan didepannya. "tempat rahasia yang gue temuin, gue gak sengaja nemuin tempat ini waktu nyasar" jelas Sehun disertai senyuman merekahnya mengingat kejadian sekitar 8 tahun yang lalu. "terus tujuan lo ngajak gue kesini buat apa?" tanya Tera lagi. Kemudian Sehun berdiri dari jongkoknya berjalan kedepan lalu berlutut dihadapan Tera dengan sebuket bunga mawar merah, "terima ini" Merasa bingung Tera pun akhirnya menerima bunga mawar tersebut. Lalu dengan tiba-tiba Sehun menggenggam tangan kiri Tera menyematkan sebuah cincin mewah pada jari manis milik gadis itu. "kenapa lo pasang cincin dijari gue?" "kenapa lagi kalau bukan karena gue pengen lo jadi milik gue" ucap Sehun dengan senyuman tulusnya. "lo nembak gue?" bingung Tera. "Ra, gue suka sama lo dan gue harap kita bisa sama-sama terus sampai tua nanti" ucap Sehun Pikiran Tera tiba-tiba kosong, pengakuan dari Sehun benar-benar mendadak ia sampai tidak tahu harus berkata-kata seperti apa. Kemudian Tera berdiri dari duduknya menatap Sehun dalam yang juga ikut berdiri dihadapannya, "apa lo bisa nikahin gue?" Terdiam. Sehun tidak bisa menjawab pertanyaan dari Tera, pertanyaan yang selalu ia hindari dari setiap wanita. "kenapa lo tiba-tiba nanya gitu?" kini Sehun yang kebingungan. "gue gak minta lo nikahin gue detik ini juga atau dalam waktu dekat, tapi gue cuma mau minta kepastian dari lo..." ujar Tera "lo bilang lo pengen kita terus sama-sama sampai tua, apa lo bisa jamin lo bakalan nikahin gue?" lanjut gadis itu. Lagi-lagi Sehun membisu, sorotan matanya yang tadi terlihat sangat percaya diri kini terlihat begitu kuyu, ia hanya bisa menunduk untuk merenung sejenak. "kita bisa sama-sama terus tanpa harus nikah" kata Sehun kemudian, dan saat itu juga tanpa sadar Sehun telah menghancurkan harapan dari Tera, harapan bahwa Sehun bukanlah laki-laki seperti yang dibicarakan oleh Kai. "kalau gitu gue gak bisa nerima lo" putus Tera dan kembali menyerahkan buket bunga itu pada Sehun. "dan cincin ini, gue gak pantes nerimanya" imbuh Tera mencopot benda kecil itu dari jari manisnya. "kenapa lo kaya gini? Bukannya lo juga suka sama gue?" Sehun benar-benar bingung di situasi tak terduga ini. "gue emang suka sama lo, tapi gue gak bisa nerima lo" terang Tera memalingkan mukanya dari Sehun. "tapi kenapa? Apa karena gue gak bisa nikahin lo?" Tera terdiam, gadis itu masih enggan menatap Sehun. Dan itu Sehun anggap sebagai jawaban 'ya' dari Tera. Membanting buket bunganya secara kasar, emosi Sehun benar-benar tersulut sekarang. "kenapa sih semua cewek harus tergila-gila sama pernikahan?!" "apa pentingnya pernikahan sampe lo nolak gue karena gue gak bisa nikahin lo? Yang penting gue 'kan udah janji kalau gue bakalan selalu ada buat lo sampai kita tua nanti" frustasi Sehun akhirnya memuncak. Sedangkan Tera hanya bisa menatap Sehun dengan tatapan kecewanya, jadi seperti ini laki-laki yang ia cintai? "gue mau pulang" tukas Tera dan berniat pergi tapi Sehun terlebih dulu mencekal lengan gadis itu. "gue bisa ngasih apa pun ke elo, asalkan bukan komitmen... Gue mohon jangan tinggalin gue" "maaf gue gak bisa"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN