19. Hari Merelakan

1305 Kata
Jam menunjukkan pukul 3 sore hari dan Kai baru saja terbangun dari tidurnya yang sepenuhnya karena pengaruh obatnya yang mengandung obat tidur. Samar-samar pandangannya yang masih memburam menangkap siluet perempuan disampingnya, Kai menggeliat manja dan memegang erat tangan perempuan tersebut, "Mamah kok udah disini aja katanya jam 7 baru bisa kesini" celetuk Kai yang kembali memejamkan matanya. "ini gue" ungkap suara tersebut. Sontak saja itu membuat Kai kembali membuka matanya, menatap penuh kearah wanita yang masih terduduk disamping brankarnya. "Krystal" beo Kai yang masih tidak bisa memercayai indera pendengaran dan penglihatannya. "udah bangun? Gimana keadaan lo?" tanya Krystal dengan nada ketusnya. "lo ngapain disini?" timpal Kai membalikkan pertanyaan tentunya dengan ekspresi yang masih terkejut. "lo?" heran Krystal, pasalnya ini pertama kalinya Kai memanggilnya dengan kata ganti 'Lo'. Sejak mereka pacaran Kai selalu memanggilanya dengan sebutan 'sayang' atau 'kamu' Mengenyahkan kebingungannya Krystal kembali berucap, "lo yang ngemis-ngemis minta gue dateng, sekarang gue dateng lo nanya ngapain gue kesini? Mau lo apa sebenernya?" "maaf, gue gak nyangka aja lo bakalan beneran kesini, lagian gue mintanya 'kan dua minggu yang lalu" terang Kai yang kini mulai mendudukkan dirinya. "gue denger lo mau bunuh diri gara-gara gue, apa itu bener?" tanya Krystal "Yah, makanya kaki gue kaya gini, gak sengaja kekilir waktu orang-orang mau nyelametin gue" terang Kai meringis mengingat kejadian tempo hari. "lo bodoh apa gimana sih---" "iya gue bodoh banget, makanya ayo kita putus" sela Kai yang praktis membuat Krystal terdiam bingung. "maksud lo?" "gausah pura-pura bingung, gue tahu kok ini adalah hari yang paling lo tunggu-tunggu" oceh Kai. "tunggu sebentar. Lo yakin yang luka kaki lo bukan kepala lo? Lo sadar gak kalau omongan lo ngawur banget sekarang?" bingung Krystal. "kepala gue sehat-sehat aja kok jangan khawatir, dan gue juga gak lagi ngomong ngawur gue sepenuhnya sadar sama apa yang gue omongin saat ini" terang Kai. "terus? Kenapa lo bilang putus?" "karena berkat seseorang gue sadar kalau tindakan yang gue lakuin selama ini bukanlah tindakan yang benar...." jelas Kai "sekarang lo bebas mau ngedeketin Sehun atau cowok lain gue gak akan ngelarang. Gue gak bakalan ngekang lo lagi dan bikin lo terbebani lagi kaya dulu, maka dari itu ayo kita putus" lanjut Kai menatap tepat pada kedua manik Krystal yang terlihat sangat kebingungan. "lo yakin?" tanya Krystal Mengangguk mantap Kai berkata, "gue yakin seyakin-yakinnya, jadi ayo kita sahabatan lagi, kayanya cuma itu status yang cocok buat kita" Kai mulai mengacungkan jari kelingkingnya. Tak kunjung mendapatkan respon Kai pun akhirnya meraih tangan kanan Krystal dan menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking kurus milik Krystal kemudian tersenyum cerah kearah mantan pacarnya itu. "gue pegang omongan lo hari ini, awas aja kalo lo ingkar janji" ancam Krystal. "iya iya, jangan khawatir gue gak bakalan lupa sama omongan gue sendiri" cengir Kai yang mengundang dengusan geli dari Krystal. "tapi sebagai gantinya.... Tolong jangan apa-apain Tera, kemarin gue udah bilang ke Tera kalau Sehun bukan cowok baik dan kayanya dia dengerin omongan gue jadi lo gak perlu khawatir lagi kalau Tera bakalan gangguin lo sama Sehun" imbuh Kai tiba-tiba. "lo nggak sengaja jelek-jelekin Sehun biar cewek itu ngejauhin Sehun 'kan?" "enggak kok, gue murni jujur ke Tera, dia cewek yang baik gak seharusnya dia dapet cowok kaya Sehun" jelas Kai. "terus menurut lo gue cocok gitu sama cowok kaya Sehun?" ujar Krystal sedikit tersinggung. "bukan gitu, lo mungkin aja bisa ngerubah sifat Sehun yang suka mainin cewek karena lo pernah jadi orang yang berharga buat dia, sedangkan Tera dia cuma anak polos yang gak ada pengalaman apapun tentang cowok jadi gue gak mau dia terluka gara-gara cowok kaya Sehun" terang Kai "dan juga, kalau ternyata lo juga gak bisa ngerubah sifat Sehun mending lo nyerah dan cari cowok yang lebih baik lagi, cewek baik harus dapet cowok yang baik bukan?" imbuh Kai. ... Malam mulai menyapa, kursi yang dua jam lalu diduduki oleh Krystal kini digantikan oleh Tera yang tiba-tiba datang membawa sekantong buah jeruk untuk Kai. "tadi Krystal kesini" ujar Kai memulai pembicaraan. "kenapa kesini? Bukannya dia udah campakin Mas?" heran Tera. "gue juga gak tahu, waktu gue bangun tidur tiba-tiba dia udah ada disini. Katanya sih karena gue yang minta dia dateng kesini, tapi 'kan gue mintanya dua minggu yang lalu bukannya kemarin" terang Kai dengan bibir cemberutnya. "terus Mas Kai ngomong apa sama dia?" "gue putusin dia kaya apa yang lo omongin ke gue" jawab Kai. "Yah... Walaupun gue sempet berharap kalau dia bakalan nolak permintaan putus gue, tapi sayangnya dia meng-iyakan dengan mudah banget" imbuh Kai masih dengan wajah cemberutnya. "Mas... Mas gak salah ambil keputusan kok" hibur Tera agar Kai mau tersenyum kembali. "iya gue tahu kok, tapi tetep aja rasanya gue gak bisa lepasin dia kaya gini, lo tahu gimana senengnya gue waktu ngelihat dia disini? Jantung gue rasanya mau meledak saking senengnya" curhat Kai "kalau kata pepatah masih banyak ikan dilautan, atau bisa dibilang diluar sana masih banyak perempuan yang lebih baik dari Krystal, jadi jangan patah semangat buat cari cewek cantik" hibur Tera lagi. "Iya iya. Tapi lo sendiri gimana? Hubungan lo sama Sehun" Menggeleng lemah senyuman yang tadi terukir dibibir mungil Tera surut entah kemana hanya menyisakan wajah pilu yang begitu menyedihkan. "gak tahu" "Sehun itu--" "gue kenapa?" sela pemilik nama yang tiba-tiba saja memasuki ruang rawat tersebut. "lo ngapain kesini?" kaget Kai. "gue disuruh Ayah gue buat jenguk lo" jawab Sehun enteng sembari menaruh parsel buah-buahan yang ia bawa. "kalian ngegosipin gue?" tanya Sehun dengan alis bertaut. "kalau iya kenapa?" sungut Kai dengan nada sewotnya. "jangan pernah ngomong yang 'enggak-enggak' tentang gue ke Tera" peringat Sehun dengan wajah angkuhnya. "lo sendiri ngapain disini?" kini pertanyaan itu Sehun tujukan pada Tera. "jenguk Mas Kai" jawab Tera seadanya. "ini dari lo?" tanya Sehun lagi mengangkat kantong berisikan jeruk tersebut. "iya" "gue ambil ini" pungkas Sehun kemudian. "itu punya gue" sahut Kai dengan tatapan tajamnya pada Sehun. "gue udah ganti pake parsel gue. Tera... Ayo pulang" ajak Sehun dan menarik paksa lengan Tera keluar dari ruang rawat Kai. "Sehun...." panggil Tera. "apa?" Jawab Sehun yang masih saja melanjutkan jalannya. "gue kesini bareng Yuta jadi gue harus pulang bareng Yuta juga" pernyataan tersebut sukses membuat Sehun menghentikan langkah panjangnya kemudian membalikkan badannya menghadap Tera dengan wajah menahan amarah. "lo pulang sama gue" putus Sehun setelah menghembuskan nafasnya kasar. "tapi gue gak bisa tinggalin Yuta sendirian" tolak Tera. "GUE BILANG PULANG SAMA GUE!!!" bentak Sehun yang menggema diseluruh lorong rumah sakit. Terkejut dengan apa yang barusan terjadi, Tera hanya mampu membeku ditempat, ini pertama kalinya ia melihat Sehun semarah ini. "kenapa sih lo gak bisa cuma lihat gue aja?! Kenapa harus ada Yuta sama Kai juga?!" lanjut marah Sehun. "mulai sekarang lo cuma boleh deket sama gue, gak ada cowok lain" kata Sehun posesif dan kembali menarik Tera. Deru nafas yang memburu menandakan bahwa Sehun masih mencoba menahan amarahnya. .... 15 menit perjalanan berlalu dan kini Sehun sudah memberhentikan mobilnya tepat dihalaman rumah Tera, awalnya Tera ingin sekali langsung turun begitu mereka sampai tapi mengingat kondisi emosi Sehun yang sedang tidak kondusif membuatnya mengurungkan niatannya. "maaf" ucap Sehun begitu lirih, dari sini Tera bisa melihat bagaimana kacaunya raut wajah Sehun. "kalau gitu gue turun dulu" kata Tera kemudian, tapi baru saja ia melepas seatbelt 'nya Sehun lebih dulu menahan tangan kanannya agar tidak keluar dari mobil. Tidak ada yang Sehun katakan, ia hanya menatap tepat pada obsidian milik Tera sampai pada detik ke-5 Sehun tiba-tiba menarik Tera kedalam rengkuhannya. Pelukan dari Sehun begitu erat membuat Tera tak bisa berkutik sedikitpun sampai akhirnya ia memilih untuk membalas pelukan tersebut. Merasa nyaman Sehun semakin menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher Tera, megendus aroma khas Tera yang memabukkan indera penciumannya, Sehun benar-benar tergila-gila dengan Tera. "jangan tinggalin gue" gumam Sehun teredam oleh pelukan. Sedangkan Tera, ia masih saja terdiam, dia bingung harus menjawab seperti apa. "gue mohon jangan deket-deket sama cowok lain selain gue... Gue cemburu" Tera semakin kalut dibuatnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN