Sebuah dentingan bel berbunyi ke seluruh penjuru apartemen membuat dua pemuda didalamnya saling bertatap memandang satu sama lain.
"lo punya tamu lain selain gue?" tanya Chanyeol begitu menyelesaikan kunyahannya memakan kripik jagung dari neneknya.
Tak menjawab Sehun hanya mengernyitkan kedua alisnya terheran kemudian dengan segera membuka pintu apartemennya, dan detik berikutnya Sehun semakin ditambah keheranan begitu mendapati pria paruh baya berseragam security yang ada didepan apartemennya.
"ada apa Pak?" tanya Sehun sopan.
"ini Mas tadi ada Mbak-mbak yang nitipin ini ke saya buat Mas Sehun" kata satpam tersebut.
"Mbak-mbak?" bingung Sehun.
"namanya Tera Mas" imbuh sang satpam yang praktis membuat mata Sehun membola.
"tadi Tera kesini?" tanya Sehun antusias.
"iya, baru aja pergi mungkin 5 menit yang lalu" jawab sang satpam sedikit terkejut melihat reaksi Sehun.
"yaudah makasih ya Pak" kata Sehun sebelum akhirnya menutup pintunya dan berlari kedalam.
"kenapa lo?" tanya Chanyeol begitu melihat temannya berlari bak orang kesetanan itu.
"hape gue mana?" balik tanya Sehun tak mengindahkan pertanyaan dari Chanyeol.
"tuh dimeja" sahut Chanyeol dan mengambil alih barang bawaan Sehun.
"apasih sampe heboh kaya gitu" monolog Chanyeol sembari membongkar isi dari kresek hitam dan kotak kado yang tadi dibawa Sehun.
Tak butuh waktu lama untuk membuat Chanyeol tersanjung, pasalnya sudah sedari tadi ia mengeluh lapar pada sahabatnya itu tapi tak dipedulikan sama sekali dan sekarang layaknya memenangkan sebuah lotre Chanyeol berteriak kesenengan begitu mendapati makanan yang ada didalam kantong kresek tersebut.
"AAAKKKHHHHH!!!!! Kenapa gak diangkat sih!!" pekik Sehun sembari membanting ponsel mahalnya pada sofa mewahnya.
"gue gak tahu ini dari siapa, tapi Hun tolong ucapin terima kasih gue ke orang yang ngirim makanan ini. Tolong bilangin ke dia kalau gue berterima kasih banyak" bungah Chanyeol dan mulai menata kotak-kotak bekal tersebut diatas meja makan.
"lo ngapain?" tanya Sehun yang sedikit heran mendengar perkataan Chanyeol.
"makan lah" jawab Chanyeol lantang.
"itu disitu juga ada kotak kado, lo buka aja dulu" kata Chanyeol sebelum menyantap makanan dihadapannya.
Menuruti perkataan sahabatnya itu Sehun mulai mendekat kearah kotak kado berwarna navy tersebut dan membukanya, kemudian hanya ulasan senyum yang terukir pada bibir seksi Sehun.
"apaan isinya?" tanya Chanyeol setelah menelan kunyahannya.
"dasi" jawab Sehun yang terus-terusan menimang dasi tersebut dengan senyuman idiotnya.
"Waahhhhh.... Ini dari siapa sih, sumpah enak banget sayur sopnya, lo cepetan sini deh buruan makan sebelum gue habisin semuanya" cetus Chanyeol.
"gue gak tahu, ternyata Tera pinter masak juga" kagum Sehun.
"ini semua dari Tera?" tanya Chanyeol untuk kesekian kalinya.
"ini juga" jawab Sehun sembari memamerkan dasi yang baru saja diperolehnya.
"wahhh dasi merah" takjub Chanyeol.
"bagus kan?" pamer Sehun.
"gue jadi keinget drama korea reply 1997" ucap Chanyeol yang sukses membuat Sehun menatapnya penasaran.
"saat seorang perempuan ngasih lo dasi warna merah, lo tahu apa artinya?"
Mengernyitkan dahinya bingung Sehun pun kembali melemparkan pertanyaan, "apaan?"
"itu artinya........ Aku menginginkanmu"
...
Semilir angin malam berhembus dari selatan, ditemani lampu taman rumah sakit yang temaram Tera menghentikan aksinya mendorong kursi roda milik Kai kemudian mendudukkan diri dibangku taman terdekat. Hening, belum ada yang yang berniat membuka suara sampai akhirnya Kai yang duduk manis disamping Tera mulai berdeham memecah sunyi.
"wajah lo kenapa?" tanya Kai pada akhirnya.
"iritasi gara-gara make up" jawab Tera terkekeh malu.
"alergi?" tanya Kai lagi.
"bukan, tapi make up 'nya udah kadaluarsa makanya iritasi kaya gini"
Terkekeh lucu Kai pun berkata, "lain kali hati-hati kalau pake make up"
Setelahnya suasana kembali hening, hanya ada sayup-sayup suara angin yang berhembus sebagai backsound dari situasi mereka berdua.
"Mas Kai sendiri gimana keadaannya? Udah baikan?" tanya Tera memecah keheningan yang kembali datang.
Menghembuskan nafas berat Kai melirik naas pada kaki kanannya, "kaki gue masih dalam proses penyembuhan, kayanya bakalan makan waktu lama"
"maaf ya Mas, kayanya waktu itu aku nariknya kekencengan makanya Kaki Mas jadi kaya gitu" ucap Tera merasa bersalah.
"nggak kok, gue malah mau berterima kasih karena lo udah nyelametin gue" lirih Kai
"kalau gitu Mas bisa janji 'kan? Kalau Mas gak bakalan bunuh diri lagi?"
"untuk sekarang gue bisa janji, tapi gak tahu kalau nanti" kata Kai
"Mas Kai..." panggil Tera.
Menoleh, Kai menatap tepat pada mata sayu Tera.
"kita emang baru kenal beberapa hari terakhir, tapi jujur Mas Kai udah aku anggep sebagai sosok Kakak yang baik, Kakak yang pengertian, dan Kakak yang mampu melindungi adiknya, seenggaknya itu pandangan aku tentang Mas Kai..." kata Tera yang entah kenapa sudah mulai berkaca-kaca.
"sampai saat ini mungkin Krystal adalah sosok yang begitu berarti untuk Mas Kai, sosok sandaran yang selalu Mas butuhkan... Tapi apa Krystal juga merasa kaya gitu? Apa dia juga nganggep Mas Kai sebagai sosok yang berarti untuk dia? Apa dia juga menganggap Mas Kai adalah sosok sandarannya?" imbuh Tera, kini air matanya mulai menetes.
"kalau enggak lepasin dia. Mengekang seseorang untuk terus berada disisi kita itu juga bukan tindakan yang baik, karena hal itu hanya akan menyakiti diri kita sendiri dan orang yang kita cintai. Kalau Mas Kai memang tulus mencintai Krystal, lepasin dia" pungkas Tera sembari mengusap kasar air matanya yang bercucuran.
"tapi... Apa gue bisa ngelepasin Krystal?" lirih Kai dengan pandangan kosongnya.
"Mas harus bisa" keukeuh Tera.
"apa gue bakalan baik-baik aja tanpa dia?" gumam Kai dengan tenggorokan yang mulai tercekat perih.
"Mas masih punya sosok Ibu yang hidup sehat kenapa harus bergantung sama perempuan lain?" omel Tera kali ini.
"oke, akan gue coba" kekeh Kai pada akhirnya.
"gitu dong dari tadi" sahut Tera dengan hidungnya yang tersumbat akibat menangis tadi.
"lo juga harus hati-hati sama Sehun" seru Kai tiba-tiba.
"gue sama Sehun emang gak deket, tapi sebagai orang yang lo anggep sebagai Kakak sendiri gue gak mau lo jadi korban kesekiannya Sehun" imbuh Kai.
"maksud Mas?" bingung Tera.
"Sehun bukan tipikal laki-laki yang berkomitmen dalam hubungan asmara, mungkin dia bakalan pacarin lo tapi setelah itu bisa aja dia buang lo kaya mantan-mantannya yang lain" jawab Kai.
"Yuta waktu itu juga pernah ngomong kaya gitu" lirih Tera.
"karena cuma cowok yang tahu gimana bejatnya cowok lain" sahut Kai.
"tapi waktu itu Sehun juga pernah bilang kalau dia nggak main-main, awalnya mungkin iya tapi seiring berjalannya waktu katanya dia mulai serius ngedeketin aku" kata Tera
"Sehun bukan tipikal orang yang percaya sama perempuan, dia punya masa lalu kelam tentang perempuan dan salah satunya karena Krystal jadi gue harap untuk selanjutnya jangan pernah kemakan sama rayuan Sehun lagi, gue gak mau lo terluka gara-gara dia" tukas Kai
"apa sifat asli Sehun kaya gitu?" tanya Tera dengan nada lirihnya.
Mengangguk, Kai kembali berujar, "gue ngomong kaya gini bukan berniat jauhin lo dari Sehun, tapi dari pada elo, mungkin gue lebih tahu banyak tentang Sehun, dan gue tahu banget gimana Sehun memperlakukan perempuan..."
"gue gak mau lo diperlakukan layaknya tisu, yang kalau udah gak ada gunanya lo dibuang gitu aja sama dia. Masih banya cowok yang lebih baik dari pada Sehun buat lo, kalau perlu gue bisa cariin cowok yang baik buat lo" lanjut Kai.
Suasana akhirnya kembali hening. Kai sudah tidak ada yang ingin dia sampaikan sedangkan Tera berbagai pikiran tengah berkecamuk di kepala kecilnya, hatinya sudah terlanjur jatuh sejatuh jatuhnya pada Sehun apakah ia bisa melupakan Sehun?
Pikiran dan hatinya sedang tidak sinkron saat ini. Akal sehatnya sepenuhnya membenarkan perkataan Kai tadi dan menyuruhnya untuk membuang semua perasaannya pada Sehun yang sudah terlajur dalam itu, tapi hati kecilnya berkata lain, dari lubuk hatinya yang paling dalam menyuruhnya bertahan untuk mencintai Sehun.
Drtt~drtt~drtt~~
Sehun:
Sampai ketemu hari senin❤
I will make a special night for you❤