BAB 24

737 Kata

Siang sudah berganti menjadi sore, syukurnya hari ini Jakarta tampak cerah dengan suhu udara yang hangat—tidak terlalu panas atau pun dingin. Aku meletakan berkas yang kubawa di hadapanku, hari ini aku dan timku akan membahas klien baru dengan kasus yang baru. Kasus yang bisa dibilang sebagai kasus terberat yang pernah aku tangani, kasus pembunuhan yang dilakukan suami terhadap istrinya. Kasus yang sangat berat karena bagiku, aku sangat mengencam perbuatan itu tapi disisi lain pula pekerjaanku menuntutku untuk membantu sang suami yang kini sedang mendekam di dalam penjara. "Bukti yang sudah ada sudah cukup buat membuktikan dia salah, so what do we do?" Nadin bertanya, aku memijit pelipisku perlahan. Aku menatap Nadin, Farah dan Rudi bergantian, "Apa dugaannya dia melakukan itu?" "Persel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN