BAB 17

1078 Kata

Aku melihatnya sekarang, setelah beberapa hari ini menjauh, menjadi seseorang yang sepertinya sudah tidak mengenali siapa dirinya masing-masing. Menjadi seseorang yang tuli tiap kali mendengar namaku dipanggilnya, menjadi orang buta yang sama-sama tidak menganggap adanya kehadiran masing-masing. Lantas dengan semua yang aku lakukan, apa pernah aku merasa tenang barang se jam? Tentu tidak, justru ia semakin tenggelam dalam ingatan, membekas dengan luka paling dalam dan bodohnya aku membiarkannya berlama-lama di sana. Meskipun hanya sakit dan tambah sakit karena aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, walau aku bisa saja menjadi orang yang paling jahat pun aku tidak pernah terpikir untuk melakukannya. Aku bisa memilih cara yang lain, untuk melupa pada setiap perlakuannya padaku. Mas Tarr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN