part 23 I Vonis

960 Kata

"Walau pahit, percayalah, Allah telah merencanakan hal indah dibalik semua ujian yang telah ia berikan." ••••••• Malam kali ini terasa sangat berbeda bagi Abim. Berulang kali ia mencoba memejamkam mata hendak menyelami sang mimpi sebagaimana mestinya, tapi nihil, matanya malah bergetar tak karuan seperti menolak semua perintah yang ia intruksikan. Lagi, Abim bergerak tak menentu di kasur berwarna biru dongker itu dengan mengubah posisi menjadi tengkurap, mendekap sang bantal seraya menelusupkan wajahnya di sana. s**l, bantal itu sudah basah, terpaksa ia membalikkan ke sisi yang lain hingga suhu dingin yang bantal itu hantarkan sangat terasa saat menyentuh area wajahnya. Tes .... Abim buru-buru mengelap lelehan air mata yang kembali menetes membasahi tulang pipinya, ia menggigit bibir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN