"Jika kalian tidak menyukai suatu hal, setidaknya ... hargai usaha yang telah ia lakukan." •••••••• Entah apa alasannya, tapi yang jelas, sejak ia menubruk tubuh mungil April sebagai pengalih rasa sakit, Abim jadi sering menatap wanita berambut pendek itu dalam diam. Seperti saat ini, mata elang Abim seakan enggan beralih dari tubuh lincah April yang tengah melakukan beberapa gerakan di tengah ruangan, berbaur dengan para teman wanitanya. Sembari mengontrol napas, Abim menarik bibirnya hingga dimple manis itu tampak menghiasi wajah tegasnya. Pinggang ramping April yang terlihat sangat lihai bergerak lengkap dengan senyum sok ramah yang selalu gadis itu tampilkan membuat Abim sadar, April itu adalah gadis manis yang periang. Musik pun berhenti, membuat April menghentikan segala gerakan

