-Abim- "Dokter bilang apa aja, Mbak?" Walau bertanya, nyatanya mata Abim belum mau beralih dari wajah pias Raka yang masih terpejam dengan cup oksigen yang menutupi mulut dan hidung bangirnya. Remaja yang mengenakan beanni abu itu lantas menggiring kursi rodanya sampai menyentuh ranjang si pasien, selanjutnya, ia daratkan genggaman penuh rasa khawatir di tangan dingin Raka. "Nggak apa-apa, Bim. Paling bentar lagi siuman." Bohong, Abim bisa menangkap gelagat aneh yang Raisa berikan padanya. Remaja itu pun menoleh, menatap wajah kacau Raisa yang tampak sembab dan memerah. "Mbak, dokter bilang apa?" tukas Abim sekali lagi. Raisa lagi-lagi menggeleng sembari membenarkan letak selimut bagian kaki sang adik. "Raka 'kan udah pindah di ruang perawatan, nggak di ICU lagi, berarti semuanya mem

