part 48 I Perginya sang penawar

1056 Kata

Perlahan, kelopak mata itu mulai berkedut diiringi kerutan yang menghiasi sang dahi. Kedua belah bibirnya mulai bergerak mengerucut lalu timbullah kecapan-kecapan kecil beserta uapan lebar. April meringis kecil saat mulai menggerakkan persendiannya. Perlahan, gadis itu pun membuka mata, mendapati pahatan wajah manis tengah tersenyum lebar ke arahnya. Cup! "Morning kiss, pagi my Sisil!" April semakin mengernyit hingga keseperkian detik matanya langsung membola. Gadis itu berjengit lalu terduduk. Matanya lagi-lagi terbuka lebar hingga nyaris meloncat saat mendapati dua buah dadanya terekspos jelas, tak dilindungi b*a seperti biasa. Dengan cepat ia menarik selimut lalu kembali berbaring dengan mata berkaca. "Ndrew, apa-apaan ini," ujarnya dengan nada bergetar. Aliran air mulai menganak di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN