"Astaghfirullah, hahahahahaha ...." "Ih, My. Aku serius!" "Terus kamu percaya gitu aja? Hahaha, gila, gila, aku homo, hahahaha, sama si curut tepos Gio, astaghfirullah, hahaha, duh perutku keram, tolong!" April memberengut kesal saat Abim semakin mengeraskan tawanya. Kendati marah sebab ditinggal tanpa kejelasan, remaja kurus itu malah tergelak. Perlahan, April mulai ikut tersenyum, pipinya merona saat melihat tawa lepas Abim yang dihiasi lubang indah di area pipinya. April gemas, hasratnya membuncah hendak masuk dan menyelami lesung itu. "Uhuk ... uhuk ...." "Tuh kan kualat." April buru-buru menyambar gelas di nakas dan membantu Abim untuk menenggaknya. Laki-laki itu tampak tersenyum bodoh lalu kembali berbaring dengan napas tersengal. "Pasti adegan selanjutnya ada pangeran kesianga

