Part 86

1192 Kata

*Happy Reading* "Devia? Reyn?" "Aku serahkan dia padamu." Reyn melirik si pemanggil sekilas, sebelum menyimpan ponselnya ke dalam saku jaket, dan naik ke atas motornya. Kemudian pergi begitu saja, diikuti motor lain yang datang beserta Aaron tadi. Aaron yang masih terengah baru datang hanya diam melihat kepergian Reyn. Sebelum akhirnya menghampiriku segera dan berjongkok di hadapanku. Menatapku dengan tatapan syarat akan ke khawatiran. "Astaga, Devia! Wajah kamu--" Huuuaaaa ..... Ucapan Aaron pun langsung menggantung di udara. Terpotong dengan tangisku yang tiba-tiba pecah begitu saja. Entah kenapa, aku merasa lega sekali melihat kedatangannya di sini. "Devia? Hey! Kamu kenapa?" Aaron yang melihat aku tiba-tiba melihat tangisku yang pecah tentu saja semakin khawatir. Pria itu m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN