Bab 17.

1013 Kata

"Saya bercanda, kenapa kamu serius gitu?" Daniel tersenyum. Sejak mengenal Daisy lelaki dingin yang terkenal tak tersentuh itu memang terlihat hangat dan malah sudah sering tersenyum, walau hanya dia tunjukan pada Daisy saja. "Iya, Pak." Daisy bernapas lega karena jujur saja dia tidak siap harus terus bertemu dengan kedua orang tua Daniel. "Tapi serius, setelah ini kita akan bertemu orang tua saya," ujar Daniel dengan helaan napas yang panjang. "Maaf saya harus jadikan kamu tameng lagi karena saya nggak mau dijodohin," ungkap Daniel sembari memijit pelipisnya pelan. "Iya, Pak. Lagian Bapak juga udah nolongin saya kemarin," jawab Daisy memaksakan senyum. Entah kenapa ia sedikit tenang dan senang karena Daniel menolak wanita yang dijodohkan oleh keduanya. "Ada yang nanya nggak tentang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN