"Arghh!" teriak Daniel seraya memukul jok mobil dengan kuat. Jack yang menyetir di depan terkejut, bahkan ia sampai menoleh ke belakang. Lalu, Jack menepikan mobilnya dan berhenti di tepi jalan. Ia memberi waktu pada Daniel untuk meluapkan semua perasaannya. "Hiks hiks!" Akhirnya tangis Daniel pecah. Tanpa peduli dengan adanya Jack. Daniel menutup wajahnya dan menangis dengan hebat. Kali ini dia tidak hanya rapuh, tetapi juga hancur. "Apa salah saya sama kamu, Sy? Apa salah saya?!" tanyanya sembari berteriak. "Kenapa kamu ninggalin saya? Kenapa kamu pergi?!" Badan lelaki itu sampai bergetar karena tangis yang hebat. Dadanya seperti tercabik-cabik oleh ribuan pisau. Tak ia sangka Daisy benar-benar pergi meninggalkan dirinya. "Apa kamu tau? Gimana susahnya saya bangkit dari patah

