Aku, Azkian Mahendra

1104 Kata

“Rama tidak bisa melepaskan Nadine begitu saja, apalagi mereka punya buah hati. Rama harus membahagiakan Nadine di sisa hidupnya.” “Itu egois, Dimas!” protes Azka. “Itu sama saja menyakiti Hana!” “Itu adalah pilihan yang tepat, Azka.” BRAK! Azka menggebrak meja dengan kuat hingga meja yang terbuat dari kaca itu langsung pecah, Dimas ternganga melihatnya. Azka berdiri, telapak tangannya berdarah tetapi tidak dipedulikan oleh lelaki itu. “Kirim tagihannya ke apartementku,” ujar lelaki itu sebelum beranjak pergi. Keluar dari rumah Dimas dengan amarah yang membumbung tinggi. Melihat kemarahan terpancar di mata Azka, Dimas buru-buru mengejarnya, takut Azka akan berbuat macam-macam. Ketika Azka hendak membuka pintu mobil, Dimas menahannya. “Kau mau ke mana?” “Aku akan menemui Rama dan men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN