"Kamu yakin Rama mau menandatangani surat cerai kalian?" Gerakan tangan Hana yang sedang menyendokkan makanannya akhirnya terhenti. Wanita itu menatap Azka dengan tatapan nanar. Hana yakin jika Rama tidak akan menandatanganinya. Namun, ia akan tetap mencobanya. "Dia harus tanda tangan." "Tapi, Rin, Rama---" "Diamlah, Kian. Kalau dia tidak mau tanda tangan dengan sendirinya, maka aku sendiri yang akan memaksanya." Mendengar hal itu, Azka terdiam. Rama mengetuk-ketukkan jemarinya pada setir mobil sambil kedua matanya tetap mengawasi gerbang sekolah Ian. Saat ini bel sekolah sudah pulang. Dan ia akan menunggu penjemput Ian. Dia yakin Hana pasti akan datang. Tidak lama kemudian sebuah mobil yang pernah dipakai Azka kini berhenti di depan gerbang. Tepat dugaannya, Hana keluar dari mobil d

