Rama memasukkan mobilnya di garasi, memencet bel beberapa kali sampai akhirnya Bi Asi membukakan pintu. Bi Asi terkejut melihat kedatangan Rama yang wajahnya tampak suram, dia tidak berani bertanya karena menebak kalau penyebab kelesuhan majikannya itu pasti berhubungan dengan nyonyanya, Hana. Rama menghempaskan dirinya di sofa, menghela napas kasar sebelum memberi perintah kepada Bi Asi. “Tolong siapkan air panas, saya harus mandi.” Bi Asi mengangguk. “Baik, Tuan.” Setelah Bi Asi pergi, Rama lagi-lagi mendesah berat. Pikirannya kacau karena dipaksa harus memilih. Membujuk Hana untuk tidak bercerai agar Handaru tidak macam-macam kepada Nara dan Nadine, ataukah memilih Nadine dengan syarat namanya dicoret dari daftar pewaris keluarga Bagaskara. Tentu saja pilihan pertama adalah hal yang

