Ding dong! Ding dong! “Ya? Tunggu sebentar!” teriak Hana dari dapur, dia yang sedang memotong sayur segera menghentikan aktivitasnya lalu mencuci tangan, kemudian bergegas ke pintu utama. Saat membuka pintu, dia dikejutkan dengan seraut wajah familier yang menyunggingkan senyum manis. Siapa anak ini? Batinnya. “Selamat pagi, Hana!” sapa seseorang yang sejak tadi duduk di kursi yang ada di teras depan. “Reina,” ucap Hana. Pandangan wanita itu kembali ke anak kecil di depannya. “Siapa anak ini? Kamu yang membawanya?” Reina berdiri lalu mengangguk. “Iya, dia yang ingin kuperkenalkan kepadamu.” “Oh, ya?” Hana kemudian berjongkok, menyamakan tingginya dengan Nara. “Halo, Sayang. Nama kamu siapa?” Nara mengembangkan senyum. “Namaku Nara, Tante. Salam kenal!” “Salam kenal!” balas Hana. D

