Hana tiba di rumah Azka dengan emosi yang tertahan. Digendongnya Ian keluar dari mobil karena ketiduran. Azka yang melihat kepulangan Hana segera menyambut dan mengambil alih Ian dari gendongan Hana. “Ba—“ Ucapan Azka terhenti karena Hana melengos masuk ke rumah tanpa memedulikan Azka. Raut wajah jutek Hana membuat Azka paham seketika. Segera dia membawa Ian ke kamarnya dan membaringkannya di tempat tidur, kemudian turun menemui Hana. Sebelum menghampiri Hana di ruang tamu, Azka membuatkan secangkir teh untuk menenangkan suasana hati wanita itu. “Ini, diminum,” katanya setelah meletakkan teh di meja. Dia lalu duduk di samping Hana, memilih tidak bertanya lebih lanjut karena dia yakin setelah suasana hati Hana tenang, wanita itu pasti akan bercerita sendirinya. Butuh waktu hampir setenga

