43. Saling jujur

1782 Kata

Kamalea tengah sibuk membuat menu baru untuk toko kuenya. Inovasi resep baru setiap hari bermunculan di kepalanya. Harinya begitu sibuk sehingga tidak lagi ada waktu untuk meratapi nasib percintaannya. Lagi pula, putus cinta bukanlah akhir dari kehidupannya. Dikhianati seseorang juga bukan lagi menjadi pengalaman pertamanya. Seharusnya ia bisa lebih tegar karena mengalami hal serupa meski dengan cerita yang berbeda.   Mimpi-mimpi itu masih selalu hadir di malamnya. Namun, kali ini Kamalea tidak lagi mau mengartikan mimpi yang hadir. Semuanya hanya bunga tidur, tidak ada yang namanya simbol akan terjadinya sesuatu. Meski kadang ada kebetulan yang terjadi sama dengan mimpinya, sekuat hati wanita itu mencoba untuk percaya jika apa yang terjadi padanya tidak ada hubungannya dengan sebuah mi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN