44. Kejujuran Revka

1661 Kata

“Nih.” Kamalea menyorongkan sebuah kertas, di mana terdapat daftar beberapa tempat di sana.   “Mau buat apa si sebenarnya?” tanya wanita itu saat merasa aneh. Pasalnya daftar tempat yang Revka minta bukanlah tempat biasa, melainkan yang pernah ia datangi bersama Deon.   “Masih perlu nanya? Masak nggak bisa nebak ke mana arahnya?” Laki-laki itu menjawab tanpa menatap wajah Kamalea karena kini tengah membaca daftar yang tertulis di kertas.   “Yang paling berkesan buat lo di antara semua ini, yang mana?” kali ini Revka mendongak untuk mendapat balasan dari wanita yang berdiri di depannya.   Meski sebenarnya masih bingung dengan apa yang Revka maksudkan dengan semua ini, Kamalea tetap menjawab. “Kedai es krim sama kafe bunga,” katanya. Tempat itu berkesan karena di sana ia membayang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN