“Ma, aku mau resign.” Kalimat pertama yang Kamalea ucapkan setelah beberapa menit berada di dalam kamar mamanya, dan merebahkan kepala di pangkuan sang mama. Soraya tidak langsung merespon, ia mengusap lembut rambut putri sulungnya yang sudah tidak lagi bisa dikatakan remaja. “Kamu yakin nggak akan nyesel? Udah berapa tahun Kakak kerja di situ?” Soraya takut ini hanya keputusan tergesa yang putrinya buat karena merasa patah hati. Meski Kamalea tidak menceritakan secara gamblang, tetapi sebagai ibu ia bisa merasakan jika ada yang tidak beres dengan hati putri sulungnya ini. Terbukti dari Kamalea yang tidak lagi ceria seperti biasa. Kamalea menggeleng, ia sudah memantabkan niat untuk resign. Dan selanjutnya, ia akan merintis toko kue sesuai dengan rencana yang sudah ia susun sejak jauh-

