“Kak, nanti bawain sarapan buat Deon, ya.” Kamalea yang hendak masuk ke kamar mandi pun menoleh cepat ke arah mamanya yang sedang sibuk di depan kompor. “Mama masak banyak?” Soraya tampak tersenyum, lalu mulai memisahkan beberapa makanan yang aromanya sungguh menggoda lidah Kamalea. Mamanya memang ahli dalam mengolah masakan apa pun. Namun, sayangnya tangan ahli itu tidak menurun kepadanya. Ia hanya bisa membuat kue-kue, itu pun hanya beberapa yang ia kuasai. “Dia kan kemarin kasih oleh-oleh banyak banget. Kalau Mama suruh sarapan ke sini belum tentu mau, kan?” Soraya mulai menyiapkan wadah untuk menempatkan makanan untuk Deon. Kamalea yang setuju dengan kalimat itu mengangguk, lalu segera melesat ke kamar mandi. Kegiatan mandinya hari ini sangat cepat karena pikirannya sud

