36. Kriteria Wanita Idaman

1871 Kata

Satu minggu berlalu begitu cepat. Dan kini, Kamalea mulai menjalankan apa yang sudah menjadi rencananya. Ia senang karena orang-orang di sekelilingnya mendukung apa yang menjadi keputusannya. Tidak ada yang menghujat dan mencela dirinya yang memilih keputusan begitu cepat, mungkin juga terkesan tergesa-gesa.   “Ini si tempatnya beneran enak. Gue pasti bakalan sering mampir sepulang kerja. Tutup malem, kan?” Mita yang tengah mengedar pandang, menoleh ke arah Kamalea. Wanita itu tengah membayangkan apa saja dekorasi yang cocok untuk toko rotinya ini.   “Rencananya, si, buka jam sepuluhan, tutup jam sembilan malam,” jawab Kamalea yang memang sudah memperhitungkan ini. Nanti ia akan merekrut satu karyawan untuk membantunya. Urusan itu ia sudah pasrahkan pada mamanya yang sejak kemarin be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN