Jiles tidak bisa tidur, ia terus memikirkan gadis bersirip itu. Gelisah, khawatir, penasaran, campur aduk jadi satu. Ia beranjak duduk, seraya menyibak selimutnya. Ia tidur sekamar dengan Peter, karena Peter yang minta. Peter bilang ia bosan kalau tidur sekamar terus dengan Jiles, ingin sekali-kali tidur sendiri. Setelah membulatkan tekad, Jiles mengambil jaket jeansnya, celana panjang, serta sepatu. Entah kenapa tidak ada rasa takut atau pun ragu untuk pergi di tengah malam begini. Malah kalau memaksa tidur, ia merasa jauh lebih tidak tenang. Setelah mengantongi dompet dan ponsel, Jiles bergegas pergi. ••• Sepi, sunyi, gelap, hanya ada suara deburan ombak, dan penerangan dari bulan. Beberapa perahu yang berlabuh di pinggir pantai, ada yang menyalakan lampu, jadi sedikit membantu me

