20

1124 Kata

"Hah, apa? Apa aku tidak salah dengar? Hahaha, jangan bercanda di kondisi seperti ini Hwang Jina. Kau mencintaiku, tapi kau membunuh ayahku?! Kau benar-benar berengsek!" kata Jiles dengan intonasi suara yang berubah-ubah. "Aku serius!" balas Jina, dengan helaan napas yang memberat, karena emosinya yang mendadak tidak stabil. Antara marah dan sedih, karena Jiles tidak mempercayai ucapannya. Padahal ia sudah susah payah untuk mengatakannya. "Saat aku melakukan semua itu aku tidak sadar!" air mata Jina, tiba-tiba meluruh tanpa ia sadari. Entah kenapa ia merasa sesak sendiri mengingat kejadian itu. Ia tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi pada ayahnya sendiri, mungkin ia sudah membunuh orang yang membunuh ayahnya tanpa pikir panjang lagi, atau mau mendengar penjelasannya. "Aku benar-be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN