Ketegangan semakin mencekik di dalam ruangan itu. Atmosfer yang tadinya hanya dipenuhi suara tangis pilu Naumi, kini berubah menjadi kesunyian yang mengerikan—sebuah ketenangan sebelum badai besar melanda. "Tante, bagaimana ini? Kalau sampai Adrian tahu kita ada di sini dan melakukan ini, kita habis!" bisik Natasya dengan suara bergetar hebat. Wajahnya pucat pasi, matanya terus melirik ke arah pintu. "Tenanglah! Adrian tidak akan berani menyalahkan kita," jawab Helena sombong. Wanita itu seolah amnesia dengan peringatan keras yang diberikan Adrian beberapa jam lalu. Namun, di balik topeng angkuhnya, jemari Helena gemetar. Ia mencoba meyakinkan Natasya, padahal hatinya sendiri mulai dirayapi ketakutan yang luar biasa. Tap... tap... tap... Suara langkah sepatu pantofel mahal yang beradu

