Bab25

1312 Kata

Adrian menggeser kursinya perlahan, menimbulkan suara decit halus yang terasa menyayat keheningan ruangan. Ia berdiri dengan seringai tipis di sudut bibir—sebuah senyum yang sulit diartikan, namun cukup untuk membuat bulu kuduk siapa pun meremang. "Lakukan saja, Om pram. Tarik semua sahammu jika itu memang keinginanmu," jawab Adrian santai. Ia melipat kedua tangan di depan d**a, berdiri tegak seolah ancaman itu hanyalah debu yang tidak berarti. "Om pram, Daddy... apa kalian lupa?" Adrian sengaja menjeda ucapannya, tatapannya menyapu mereka dengan tatapan meremehkan. "Perusahaan ini aku bangun dengan keringat dan tanganku sendiri. Tanpa bantuan kalian sepeser pun." Mendengar kalimat itu, wajah pram dan Rama seketika menegang. Begitu pula dengan Helen dan Arka. Mereka tahu satu hal pas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN