Bab24

1110 Kata

“Apa maksudmu?!” “Adrian!” Pekikkan memenuhi ruangan rapat. Ketegangan sangat terasa di dalam sana. Helene langsung beranjak mendekati Adrian dan memberikan tepukan pada bahunya. “Adrian sadar! Naumi itu pakai pelet buat menggoda kamu! Nggak pernah kamu seperti ini, kan?! Sadar!” “Ad, please! Come back for me! I miss you! Kamu kenapa sih, Adrian? Apa kurangnya aku? Dia cuman gadis kampung yang membutakan mata kamu! Selama ini, hanya aku … aku yang sabar sama kamu dan selalu memperjuangkan kamu!” Natasya meraung sedih. Adrian menyeringai lebar, “Jangan drama!” “Adrian!” Rama menegur, nadanya meninggi dengan wajah merah. “Apa yang kamu katakan? Tidak sepantasnya bicara seperti itu pada tunanganmu!” Mulut Adrian langsung terkunci. Dia tidak mau membantah Rama. Pram yang menyaks

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN