Bab23

1092 Kata

Bab 22 Memastikan jika penguasa kamar nuansa pink yang satu-satunya ada di rumah Adrian sudah tertidur pulas, kaki Adrian melangkah keluar. Adrian memasuki kamarnya sendiri. Berdiri di depan jendela yang langsung mengarah ke jalanan perumahan. Suasana malam begitu dingin menusuk ke tulang. Cahaya rembulan mengintip masuk ke dalam kamar. Helaan napas Adrian terdengar panjang. Dia mengeluarkan handphone untuk menghubungi seseorang. “Itu, kamu kan, Natasya?” Tidak ada suara yang menghakimi atau menuduh, Adrian hanya bertanya dengan nada datar dari balik handphone. Namun, membuat siapapun yang mendengar menjadi tegang. “A-apa maksudmu, Ad?! Aku, apa?” Adrian terkekeh sinis, meragukan kejujuran Natasya saat ini. “Sekali lagi berbohong … selesai, Natasya.” “Semua sudah ada perjanjian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN