“Dimakan dong. Takut perut kampungan lo itu enggak bisa cerna makanan mahal ini, yak?” Natasya terkekeh senang. “Atau lo mau makanan yang lain? Kepiting Alaska, suka? UPS, belum pernah coba ya? Jangan-jangan lo vegetarian karena gak mampu beli daging, kan?” “Ye, sapa tahu dia sering dijajanin sama laki di luar sana loh, Nat. Lo nggak tahu saja,” sahut yang lain. Natasya tertawa, dia mengambil gelas wine dan menyodorkannya paksa di depan bibir Naumi. “Buka mulut lo, minum ini!” Air mata Naumi menetes saat dia menggelengkan kepalanya. Membuat isi gelas itu tumpah dan mengenai pakaian bagian atas Naumi. “Yah, wine nya mahal. Sayang banget itu!” “Harga sebotol wine ini bahkan lebih mahal daripada harga diri lo, Naumi!” Tangan Natasya mencengkeram rahang Naumi kuat. Bahu Naumi berge

